Vaksin Johnson & Johnson Datang September

Reporter: Budi Haryono 25 Agustus 2021

beritafoto.net -- Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan Indonesia berpeluang menerima vaksin virus corona (Covid-19) Johnson & Johnson pada September 2021 atas hibah dengan skema grand bilateral dari Belanda.

"Kita akan kedatangan vaksin Johnson & Johnson itu dari Belanda ya, itu tergeser ke bulan depan. Itu kan hanya vaksin yang cukup disuntik satu kali," kata Budi dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi IX yang disiarkan melalui kanal YouTube DPR RI, Rabu (25/8).

Namun Budi menyebut sifat komitmen pengiriman vaksin sangat dinamis. Vaksin Novavax yang seharusnya datang di Agustus, misalnya, terpaksa diundur hingga Oktober.

Itu terjadi lantaran Novavax belum mendapat izin penggunaan darurat (EUA) dari Badan Pengawas Makanan dan Obat Amerika Serikat (FDA).

Meski begitu, Budi mengatakan Indonesia sudah mendapat kepastian hibah dana untuk membeli sekitar 10 juta dosis vaksin dari Australia. Saat ini Kemenkes tengah menjajaki pembelian vaksin Covid-19 menggunakan dana hibah tersebut.

"Kita sudah mengamankan vaksin sebanyak 458 juta dosis. Ini harusnya sedikit lebih cukup dari jumlah vaksin yang dibutuhkan untuk 208.265.720 orang," kata dia.

Masih di dalam acara yang sama, Kepala BPOM Penny K Lukito mengatakan saat ini pihaknya tengah memproses dan mengevaluasi perizinan vaksin Johnson & Johnson dan tiga jenis vaksin Covid-19 lainnya, yakni CanSino, Covavax dan Covaxin.

Mengenai Johnson & Johnson, Penny menyebut saat ini masih dalam proses evaluasi khasiat dan keamanan. Vaksin berbasis platform adenovirus dengan satu dosis penyuntikan ini hanya bisa disuntikkan kepada warga usia 18 tahun ke atas.

"Ada beberapa vaksin yang sedang berproses registrasi mendapatkan EUA, ini bukan yang uji klinik ya. Jadi ada CanSino, Johnson & Johnson yang tadi disampaikan Pak Menkes," kata Penny.

BPOM setidaknya telah memberikan izin darurat pada tujuh jenis vaksin untuk penanganan pandemi Covid-19. Mereka yakni Sinovac (CoronaVac), Vaksin covid-19 Bio Farma, AstraZeneca, Sinopharm, Moderna, Comirnaty (Pfizer), dan Sputnik-V.

Diketahui, pemerintah telah menetapkan lima merek vaksin, yakni vaksin Sinovac, AstraZeneca, Pfizer, Moderna dan Novavax yang akan dipakai dalam program vaksinasi nasional. Mengenai vaksin Gotong Royong, sejauh ini wacana merek vaksin yang akan dipakai adalah Sinopharm, CanSino, Sputnik-V, dan Anhui Zhifei Longcom.--cn, bi