TMII Diambilalih Negara

Reporter: Budi Haryono 07 April 2021

beritafoto.net -- Taman Mini Indonesia Indah (TMII) menjadi sorotan usai Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengeluarkan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 19 Tahun 2021 tentang Pengelolaan TMII. Perpres tersebut diteken Jokowi pada 31 Maret 2021 lalu.

Lewat Perpres 19/2021, penguasaan dan pengelolaan TMII akan dilakukan oleh Kementerian Sekretariat Negara. Dengan demikian, pengelolaan TMII oleh Yayasan Harapan Kita berakhir. Selain itu, ada gugatan yang dilayangkan oleh perusahaan konsultan asal Singapura, Mitora Pte. Ltd. ke Pengadilan Negari Jakarta Pusat dan Pengadilan Jakarta Selatan terkait TMII.

Untuk gugatan di PN Jakpus yang terdaftar dengan bernomor 146/Pdt.G/2021/PN Jkt.Pst, pengurus TMII menjadi pihak tergugat bersama tiga anak Soeharto, Siti Hardianti Hastuti Rukmana, Sigit Harjojudanto dan Bambang Trihatmodjo.

Sementara gugatan di PN Jaksel teregister dengan nomor perkara:244/Pdt.G/2021/PN JKT.SEL, Mitora juga menggugat pengurus Museum Purna Bhakti Pertiwi. Museum tersebut berada di kompleks TMII.

Museum Purna Bhakti Pertiwi ini berisi koleksi benda-benda dan cenderamata berharga yang terkait dengan Presiden ke-2 RI, Soeharto. Museum ini diresmikan pada 1993, beberapa tahun setelah TMII beroperasi. Selama ini TMII dikelola Yayasan Harapan Kita.

Yayasan Harapan Kita merupakan yayasan swasta keluarga cendana yang didirikan oleh mendiang istri Soeharto, Siti Hartinah yang lebih dikenal Tien Soeharto. Yayasan itu didirikan pada tahun 1968, dan resmi mengelola TMII sejak 1977.

Sejarah Singkat TMII
Mengutip dari situs resmi TMII, kawasan taman wisata bertema budaya Indonesia dengan area seluas 146,7 hektare di Jakarta Timur mulai dibangun pada 30 Juni 1972 dan diresmikan pada 20 April 1975.

Pembangunan TMII ini digagas Tien Soeharto kala menghadiri pertemuan pengurus Yayasan Harapan Kita, Jalan Cendana, Jakarta, pada 13 Maret 1970.

Berbagai sumber lain mengatakan Tien mendapat inspirasi pembangunan TMII usai berkunjung ke Thai-in-Miniature di Thailand dan Disneyland di Amerika Serikat.

TMII merupakan lanskap yang menyajikan rangkuman kebudayaan bangsa Indonesia. Pengunjung disuguhi berbagai aspek budaya dan kehidupan sehari-hari masyarakat, yang ditampilkan dalam anjungan daerah berarsitektur tradisional, serta menampilkan aneka busana, tarian dan tradisi daerah.

Taman ini memiliki maskot yang berupa tokoh wayang Hanoman yang dinamakan NITRA atau Anjani Putra. Maskot TMII ini diresmikan penggunaannya oleh Tien Soeharto, bertepatan dengan dwi windu usia TMII, pada 1991 silam.

Ide-ide itu lantas disambut baik oleh Gubernur DKI Jakarta periode 1966-1977 Ali Sadikin. Pembangunan TMII itu memiliki maksud dan tujuan yang serupa dengan sebuah proyek yang pernah diusulkan DPRD DKI Jakarta pada tahun 1968.

Ali lantas membantu Tien mencari lahan untuk pembangunan TMII. Akhirnya, pembangunan disepakati di Kecamatan Cipayung, Jakarta Timur. Pembangunan TMII kala itu disebut menyedot anggaran yang cukup besar, sekitar Rp 10,5 miliar.

Tak ayal, pembangunan TMII ini menimbulkan gelombang protes dari para mahasiswa, termasuk kaum cendekiawan, teknokrat, serta pengusaha.--cn, bi