Pembinaan PBSI Benchmark Olahraga Indonesia

Reporter: Budi Haryono 14 April 2021

beritafoto.net – Ketua Umum Komite Olimpiade Indonesia (NOC Indonesia) Raja Sapta Oktohari mendukung pembinaan yang dilakukan Pengurus Pusat Persatuan Bulutangkis Indonesia (PP PBSI) menjadi benchmark bagi semua federasi olahraga di Indonesia. Ini perlu dilakukan demi mengharumkan nama Merah Putih di kancah internasional.

“Bulutangkis sudah membuktikan diri telah memberi prestasi di kancah dunia, baik Olimpiade dan Kejuaraan Dunia. Tentu sistem pembinaan mereka perlu dicontoh cabor lain karena tingkat tertinggi pencapaian prestasi adalah Olimpiade untuk multi event dan Kejuaraan Dunia untuk single event,” kata Okto, sapaan Raja Sapta, usai menghadiri pelantikan PP PBSI Periode 2020-2024 pimpinan Agung Firman Sampurna di Jakarta, Jumat 9 April 2021.

Prestasi bulu tangkis Indonesia patut diapresiasi. Olahraga tepok bulu sudah membawa pulang medali emas sejak Olimpiade 1992 Barcelona lewat penampilan Susy Susanti dan Alan Budi Kusuma. Tongkat emas itu dilanjutkan oleh ganda putra Rexy Mainaky/Ricky Subagja (Atlanta, 1996), ganda putra Tony Gunawan/Candra Wijaya (Sydney, 2000), tunggal putra Taufik Hidayat (Athena, 2004), serta Markis Kido/Hendra Setiawan (Beijing, 2008).

Tradisi medali emas sempat terputus di Olimpiade 2012 London, tetapi dapat dikembalikan lagi oleh ganda campuran Tontowi Ahmad/Lilyana Natsir di Olimpiade 2016 Rio de Janeiro. Saat itu, Okto juga berperan sebagai Chef de Mission (CdM) Kontingen Indonesia.

Bulu tangkis juga telah mengukir prestasi mentereng di single event. Pebulutangkis Merah Putih kerap tampil di podium tertinggi turnamen internasional bergengsi hingga Kejuaraan Dunia. Salah satunya, ganda putra Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan mempersembahkan medali emas di Kejuaraan Dunia 2019 Basel. The Daddies juga pernah mengukir capaian serupa pada Kejuaraan Dunia 2013 dan 2015.

“Bisa kita lihat bagaimana penampilan pebulutangkis Indonesia di Olimpiade yang sudah mendulang medali emas. Tentu kita semua harus menyoroti bagaimana pembinaan yang mereka lakukan. Ini perlu dijadikan benchmark bagi olahraga di Indonesia. Sudah saatnya semua cabang olahraga bersama-sama berjuang mengejar prestasi tinggi di kancah internasional,” ujar Okto.

Agung Firman terpilih secara aklamasi menggantikan Wiranto sebagai Ketua Umum PBSI di Musyawarah Nasional PBSI, 6 November 2020. Agung Firman yang juga menjabat sebagai Ketua BPK ini berjanji mempertahankan prestasi bulu tangkis Indonesia di kancah internasional.

“Kami akan melanjutkan Pelatnas PBSI, menyiapkan sirkuit nasional, dan fokus menyiapkan tim menuju Olimpiade 2020 Tokyo,” kata Agung Firman yang dalam kesempatan itu turut mengumumkan pengunduran diri Kapolri RI Listyo Sigit Prabowo sebagai Sekretaris Jenderal PP PBSI. Posisi tersebut selanjutnya digantikan oleh Kapolda Metro Jaya Muhammad Fadil Imran. --vv, bi