Jatim Kasus Terbanyak Covid, Menunggu Aksi Khofifah

Reporter: Budi Haryono 27 Juni 2020

beritafoto.net -- Selang 3 bulan lebih wabah covid-19 atau corona mendarat di DKI Jakarta, kasus terbanyak di Indonesia kini bergeser ke Jawa Timur. Tepatnya pada Jumat (26/6), Jawa Timur resmi sebagai wilayah dengan kasus corona terbanyak. Sebelumnya posisi itu dipegang DKI Jakarta sebagai pusat episentrum corona. Kini kasus corona di Jawa Timur sudah mencapai 10.901 kasus, selisih ratusan kasus dari DKI Jakarta dengan 10.796 kasus. Jumlah kasus meninggal di Jawa Timur juga lebih banyak dari DKI Jakarta, yakni 796 orang. Kasus meninggal di DKI Jakarta ada 616 orang. Selanjutnya jumlah kasus sembuh di Jawa Timur lebih rendah ketimbang DKI Jakarta. Yakni 3.429 orang, sedangkan di DKI ada 5.542 orang. Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa pun menyatakan bakal mengerahkan langkah-langkah dalam dua pekan kedepan untuk menurunkan angka corona yang menumpuk. Katanya, langkah-langkah yang dipilih pihaknya merupakan perkembangan dari enam arahan Presiden RI Joko Widodo dalam menekan kasus corona di Jawa Timur. "Kita sedang breakdown final action dari enam arahan pak presiden, kita sedang matangkan dengan pak pangdam dan pak kapolda," ujarnya seusai rapat koordinasi dengan Menko Polhukam Mahfud MD, Mendagri Tito Karnavian, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini, Plt Bupati Sidoarjo Nur Ahmad Syaifuddin dan Bupati Gresik Sambari Halim Radianto pada Jumat. Walaupun demikian, Khofifah belum memberikan rincian langkah-langkah tersebut. Dia menuturkan pihaknya harus mematangkan dahulu upaya yang diambil untuk menurunkan kasus corona di wilayahnya.  "Tadi juga saya sudah sampaikan ke Pangkogabwilhan II dari beberapa final action itu, ada plan a b c, nanti kita lihat breakdown programnya dan timeline-nya," pungkasnya. Respons Risma Pada kesempatan sama, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini menyatakan kasus corona di Surabaya sudah menurun. Surabaya merupakan salah satu wilayah dengan kasus terbanyak di Jawa Timur. "Sebenarnya sudah turun, tadi saya memang tidak menyampaikan angka, saya nanti dikira seolah enggak kerja. Sebetulnya angka itu sudah turun," katanya. Jokowi sebelumnya menargetkan waktu dua minggu untuk Jawa Timur dalam menekan kasus corona. Ia mengatakan bakal memantau perkembangan kasus di sana. "Saya akan memantau terus, mengikuti, melihat data-data yang ada di provinsi Jatim dan kita harapkan dalam dua minggu ini betul-betul ada penurunan signifikan, R0-nya, Rt-nya semua kita harapkan bisa turun," katanya di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Jatim, Kamis (25/6).--cn, bi