5.135 Siswa Tak Tertampung SMP, Eri: Jangan Sampai Ada Anak Tak Sekolah

Reporter: Budi Haryono 11 Maret 2021

beritafoto.net –Menyambut tahun ajaran baru 2021/2022, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menemui kepala sekolah menengah pertama (SMP) negeri dan swasta pada Rabu (10/3). Pertemuan itu dimaksudkan untuk menyampaikan beberapa hal. Di antaranya terkait jumlah rombongan belajar. Berdasar Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud), menurut Eri, jumlah per rombel terdiri atas 32 siswa. Namun, Eri menjelaskan, ada sekitar 5.135 siswa yang tidak tertampung untuk masuk ke SMP negeri maupun swasta dengan standar tersebut. Sehingga, ada dua kemungkinan untuk mengatasi persoalan itu. Yakni, dengan mengajukan tambah kelas atau menambah jumlah siswa dalam setiap kelas. ”Jangan sampai ada anak yang tidak sekolah. Maka itu menjadi tugas kami di pemerintah kota karena pendidikan untuk kepentingan anak bangsa,” tegas Eri. Eri juga meminta kolaborasi sekaligus menghilangkan gap antar sekolah. Bukan hanya berguna bagi siswa, kesejahteraan guru juga akan meningkat. Dia mencontohkan, ketika guru di sekolah A hanya mengajar selama tiga jam dalam sehari, setelah itu guru tersebut dapat bergeser ke sekolah lain untuk mengajar atau sharing (berbagi) guru. Dari situlah gaji yang diperoleh guru pun sesuai dengan UMK. ”Karena selama ini yang terjadi setiap sekolah mengundang guru yang berbeda. Jadi harus saling kerja sama atau kolaborasi. Karena Bopda yang saya buat ketemunya adalah UMK. Saya selalu bilang kebersamaan, gotong royong kelapangan hati kita untuk tidak menjadi yang nomor satu terus,” ujar Eri. Peraturan itu juga berguna untuk pelajar atau pelajar berkebutuhan khusus atau sekolah inklusi. Eri berjanji memberi tambahan guru pendidik serta pelayanan yang lebih. Sebab menurut dia, kebutuhan pelajar tersebut juga berbeda dibandingkan dengan siswa-siswi pada umumnya. Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan (Dispendik) Kota Surabaya Supomo menambahkan, bakal mengajukan kepada Kemendikbud untuk menambah jumlah anak dalam satu rombel. Berdasar data, jumlah lulusan SD/MI 46.575 siswa. Sedangkan daya tampung SMPS/MTs total 23.232 siswa. Kemudian daya tampung SMP negeri 18.208 siswa yang terdiri atas 569 rombel. ”Selisihnya 5.135 siswa. Kita ajukan kepada kementerian untuk menambah jumlah anak yang berada dalam satu rombel. Supaya angka itu bisa tertampung,” ujar Supomo.--jp, bi