2.400 Vaksin asal China Masuk Indonesia

Reporter: Budi Haryono 22 Juli 2020

beritafoto.net -- Sebanyak 2.400 vaksin untuk menangkal virus corona penyebab Covid-19, CoronaVac, besutan perusahaan vaksin asal China, sudah masuk ke Indonesia. Vaksin buatan Sinovac itu sedang menjalani uji klinis tahap ketiga oleh PT Bio Farma (Persero) bekerjasama dengan Fakultas Kedokteran Universitas Padjajaran. Vaksin CoronaVac ini dibuat berdasarkan patogen yang di non aktifkan (inactivated). Pembuatan vaksin dilakukan dengan menumbuhkan virus corona SARS-CoV-2 di laboratorium. Virus ini lalu dinonaktifkan lewat reaksi kimia untuk dijadikan vaksin. Cara serupa digunakan untuk membuat vaksin polio. Pembuatan vaksin dengan cara ini dinilai berbeda dengan cara pengembangan vaksin corona lain. Pembuatan vaksin lain biasanya menggunakan DNA atau RNA virus yang disasar. Namun, teknologi baru pembuatan vaksin ini perlu waktu lebih lama untuk dikembangkan. Sebab, virus yang hidup harus dikembangbiakkan di sel kultur. Lalu, virus-virus ini di non aktifkan, seperti dilaporkan Precision Vaccination.  Pada percobaan kepada monyet, vaksin ini tidak menunjukkan efek samping. Hasil penelitian menunjukkan, monyet yang diberikan dosis vaksin paling tinggi menunjukkan hasil yang paling baik. Tujuh hari setelah monyet mendapat vaksin, para peneliti tidak dapat mendeteksi virus corona pada faring atau paru-paru mereka. Beberapa monyet yang diberi dosis rendah, masih menunjukkan keberadaan virus. Namun, tubuh monyet menunjukkan mulai bisa mengendalikan infeksi. Hasil uji diterbitkan di bioRxiv dan sudah melalui ulasan sejawat (peer review), seperti dilaporkan ScienceMag.  Dilansir dari NY Times, secara singkat inactivated vaccine adalah vaksin menggunakan versi lemah atau inaktivasi dari virus untuk memancing respons imun.  Dilansir dari Vaccine.gov, vaksin inactivated memerlukan  beberapa dosis dari waktu ke waktu untuk mendapatkan imunitas berkelanjutan terhadap penyakit.  Vaksin inactivated telah digunakan untuk penyakit Hepatitis A, Flu, Polio, dan Rabies. Vaksin ini lantas mulai diujikan kepada manusia pada 16 April lalu lewat uji klinis tahap I. Diharapkan, setelah lolos hasil uji klinis tahap III, vaksin Sinovac dapat segera diproduksi di dalam negeri oleh Biofarma. Untuk pengujian klinis di Indonesia, Biofarma bekerja sama dengan Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran  untuk menyiapkan uji klinis vaksin Covid-19. Ilmuwan yang sudah melakukan uji klinis vaksin sebanyak 30 kali ini mengatakan dari hasil analisisnya, vaksin akan menciptakan kekebalan terhadap virus Covid-19 dalam 28 hari. "Perhitungan saya begitu. Setelah 28 hari orang itu akan kebal terhadap penyakit. Tetapi suntikannya harus 2 kali," jelas Ketua tim riset FK Unpad Kusnandi Rusmil. Vaksin asal China ini rencananya akan disuntikkan kepada 1.620 relawan di Kota Bandung sesuai prosedur uji klinis vaksin. Selain Sinovac, vaksin inactivated lainnya yang sudah berada di fase ketiga adalah vaksin buatan perusahaan China lainnya, Sinopharm. Selain di Indonesia, vaksin buatan Sinovac saat ini meluncurkan uji coba Fase III di Brasil. Perusahaan juga membangun fasilitas untuk memproduksi hingga 100 juta vaksin per tahun. Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Padjadjaran membeberkan alur uji klinis vaksin corona buatan perusahaan China yang akan dilakukan di Indonesia. Menurut Ketua tim riset FK Unpad Kusnandi Rusmil, menjelaskan vaksin Covid-19 akan disuntikkan sebanyak 2 kali tiap 14 hari ke tubuh relawan dengan rentang usia antara 18 - 59 tahun dengan kriteria-kriteria tertentu. Relawan tersebut merupakan orang sehat yang sudah dicek kondisi tubuhnya. Lalu, secara berkala tim akan melakukan pengawasan dan pemeriksaan terhadap setiap relawan. Pemantauan relawan dilakukan selama 7 bulan. Direktur Utama Bio Farma Honesti Basyir mengatakan uji klinis vaksin Covid-19 dijadwalkan mulai pada Agustus mendatang dan berjalan selama enam bulan. Jadi, proses uji klinis ditargetkan selesai pada Januari 2021 mendatang. "Apabila uji klinis vaksin Covid-19 tahap 3 lancar, maka Bio Farma akan memproduksinya pada kuartal I 2021 mendatang," katanya dalam keterangan resmi, Senin (20/7). Sejalan dengan itu, lanjutnya, induk holding BUMN farmasi itu juga akan menyiapkan fasilitas produksinya. "Kami sudah mempersiapkan fasilitas produksinya di Bio Farma, dengan kapasitas produksi maksimal di 250 juta dosis", ujarnya.--cn, bi