Wakapolri: SP3 Habib Riziek Domain Penyidik

Reporter: Budi Haryono 17 Juni 2018

Jakarta - beritafoto.net. Wakapolri Komjen Pol Syafruddin menegaskan tak ada intervensi atas terkait terbitnya Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3) kasus dugaan chat pornografi yang menjerat tokoh Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab.

Diketahui, Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Mohammad Iqbal sebelumnya telah membenarkan perihal terbitnya SP3 ini, Sabtu (16/6).

Syafruddin mengatakan tak ada intervensi sedikitpun, khususnya dari pimpinan Polri.

“Apapun yang dilakukan penyidik tentu kewenangan mereka. Tidak ada intervensi apapun dari pimpinan Polri,” ujar Syafruddin, ditemui di PTIK, Jakarta Selatan, Minggu (17/6/2018).

Ia pun mengatakan bahwa hal ini bukanlah domain dari pimpinan Polri.

Sebab, semua proses hukum di Indonesia mengenai penyidikan adalah domain penyidik.

Lebih lanjut, jenderal bintang tiga ini menjelaskan jika penyidik pasti memiliki alasan yang kuat atas penghentian kasus ini.

“Bukan domain pimpinan Polri, Kapolri, Wakapolri,” kata Syafruddin.

“Saya belum sempat komunikasi dengan penyidik. Tapi kita yakin itu adalah tentu punya alasan dan pandangan sendiri atau alasan kuat sesuai hukum oleh para penyidik kita,” tukas dia.

Sefangkan dalam open house di kediaman Wakil Presiden (Wapres) RI, Jusuf Kalla Jl Haji Bau Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Minggu (17/6/2018) JK menjawab beberapa pertanyaan media.

Salah satunya terkait surat penghentian penyidikan perkara (SP3) kasus dugaan chat porno yang melibatkan Imam Besar Front Pembela Islam (FPI), habib Rizieq Shihab.

"SP3 kan dikeluarkan penyidik. Jika Polisi tidak menemukan cukup bukti yah SP3 kan," katanya. Hingga saat ini polisi belum berhasil menemukan sosok yang mengunduh konten chat tersebut ke internet.--bi