Tantangan Menyulap Danau Sunter Seperti Jenewa

Reporter: Budi Haryono 30 November 2017

DANAU Jenewa mendadak viral. Adalah Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno menerima tantangan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti untuk menyulap danau Sunter di Jakarta seperti Jenewa, Swiss.

“Tantangan saya terima,” ucap Sandi di Balai Kota DKI, Rabu (29/11). Sandi mengaku sudah pernah ke Jenewa, Swiss. Menurut dia, danau-danau yang di sana tentu sangat berbeda dengan di Jakarta, khususnya Danau Sunter. Baik dari segi ukuran maupun kebersihan.

Bagaimana sih danau Jenewa. Berhias danau biru bersih nan cantik, siapa pun yang melewati tepi danau, akan terasa nyaman mendengar riak air terempas angin danau.

Apalagi angsa putih dengan sangat anggun bercengkerama antar sesamanya. Si angsa nampaknya sangat tenang hidupnya, disayangi, diberi makan tanpa ada rasa takut terhadap manusia di sekelilingnya.

 Di tengah danau Jenewa menjulang tinggi sebuah air mancur yang disebut Jet d’Eau (baca Jetdo) yang artinya air jet atau air mancur yang melambung tinggi hingga 140 meter.

Air danau Jenewa ini mengalir menuju Sungai Rhone. Sebagai ikon wisata kota, turis-turis dengan sangat mudah melihat dari berbagai sudut pandang.

Lebih menarik lagi jika sempat mengelilingi danau dengan sebuah kapal air yang melintas setiap 15 menit di daerah tersebut.

Menurut informasi bahwa tahun 2016 Jet d’Eau berulang tahun ke-125. Semburan air ke udara adalah 7.000 liter, kecepatan 200 km/jam.

Karena kekuatan embusan angin semburan air bisa mengarah ke kiri, ke kanan atau kesamping dalam setiap hitungan detik.

Pada awalnya pemerintah Jenewa membangun Jet d’Eau ini untuk sistem pengairan ke kawasan seluruh wilayah Jenewa dengan memanfaatkan air danau tersebut yang mengalir ke Sungai Rhone.

Pada tahun 1951, pemerintah setempat memperbarui mesin pemompa yang menghasilkan semburan air bertambah kuat dan tinggi. Kemampuan menyemburkan air dengan ketinggian 140 meter. --bi