Tak Ada Sanksi untuk Pengarang Buku Yurusalem Ibu Kota Israel

Reporter: Budi Haryono 15 Desember 2017

Jakarta - beritafoto.net. Meski telah membuat kesalahan terkait penyebutan Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel di buku pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial untuk Sekolah Dasar, tetapi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan memutuskan tidak menjatuhkan sanksi kepada pengarangnya. Menurut Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kemendikbud, Toto Suprayitno, pengarang buku bernama Sehndya Amalia dan I.S Sadiman hanya diminta untuk tidak mengulangi lagi kesalahan serupa. Kemendikbud memerintahkan kedua pengarang bukti itu untuk meralat kesalahan yang ada dalam buku tersebut. "Saya kira, untuk perbaikan enggak selalu alatnya itu sanksi. Kalau ternyata penulis itu kurang kapasitasnya, ya ditingkatkan kapasitasnya," kata Totok di Kantor Kemendikbud, Kamis 14 Desember 2017. Totok mengatakan, Kemendikbud hingga saat ini belum mempunyai aturan untuk memberikan sanksi pada pengarang buku yang melakukan kesalahan seperti dalam kasus ini. --bi