Subsidi Pertalite Akan Hilangkan Premium

Reporter: Budi Haryono 08 Juni 2018

Jakarta - beritafoto.net. Wacana untuk memindahkan subsidi bensin premium ke bensin yang beroktan lebih tinggi, yakni pertalite dan pertamax menuai tanggapan berbeda dari para pemangku kepentingan di sektor energi.

Usulan yang dilempar oleh Anggota Komisi VII DPR RI Kardaya Warnika saat menggelar Rapat Dengar Pendapat dengan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) beberapa hari lalu, di satu sisi dinilai baik karena bertujuan menghapus bensin premium. Tapi di sisi lain juga dinilai absurd.

Wakil Menteri ESDM Arcandra Tahar misalnya, menyambut baik usulan ini jika dilihat dari tujuannya untuk menghilangkan bensin premium. Seperti diketahui, bensin beroktan 88 ini selain karena tidak bagus untuk lingkungan dari sisi pengadaan juga kerap bikin tekor negara.

Sehingga, pikir Arcandra, kalau memang subsidi bisa menghapus premium akan membuat Pertamina lebih efisien sebagai distributor. "Kalau semakin banyak varian BBM yang disediakan, cost-nya semakin tinggi. Kalau nanti kita dorong ini, cost-nya bisa lebih rendah," kata Arcandra di kantor kementerian, Jumat (8/6/2018).

Efisiensi bisa dilakukan Pertamina karena tak harus sediakan banyak bensin mulai dari oktan 88 sampai oktan 95, misalnya. Dengan begitu, tangki penyimpanan, nozzle, dan lainnya juga tak perlu banyak-banyak.

Tetapi, lanjutnya, usulan ini juga pastinya akan berdampak pada perusahaan swasta yang menyediakan bensin oktan serupa. Maksudnya di sini bensin oktan 90 ke atas yang banyak disediakan SPBU asing, jika pertalite dan pertamax dapat jatah subsidi dari pemerintah, yang tentu berdampak untuk persaingan bisnis.

"Dari segi masyarakat kami berharap akan ada keuntungan, dari sisi korporasi nanti kita lihat," kata Arcandra. Untuk itu, perlu kajian yang matang dan sedang dikumpulkan data-data validnya oleh kementerian jika ingin menindaklanjuti usulan ini.

Plt Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Nicke Widyawati bereaksi berbeda lagi atas usulan subsidi ke bensin pertalite cs. Nicke seakan terkejut mendengar usulan yang diajukan oleh anggota dewan yang terhormat ini. Pertamax, kata Nicke, memiliki kualitas lebih baik dan memang ditujukan untuk pengguna kendaraan yang memiliki daya beli tertentu.

"Kenapa disubsidi? Segmennya kan udah kendaraan tertentu, yang tidak layak subsidi. Masih banyak subsidi yang diperlukan untuk bidang lain," kata Nicke.

Lebih sederhananya, ia mengatakan pertamax digunakan oleh mereka yang memiliki kendaraan bagus. Jadi, ya tidak pas kalau orang yang sanggup beli kendaraan mewah disubsidi negara. Ini, katanya, bisa jadi subsidi salah sasaran.--cnbc, bi