Pesawat R-80 Digagas Anak Bangsa

Reporter: Budi Haryono 12 Oktober 2017

Jakarta - beritafoto.net.  PT Regio Aviasi Industri (RAI) bakal mengembangkan pesawat R-80, menyusul proyek R-80 kini termasuk salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN).

Dalam pengembangannya pesawat yang nantinya juga akan digarap melalui partner perusahaan yang juga produsen pesawat ini. Pesawat yang digagas oleh anak bangsa ini disebut-sebut jauh lebih murah. Bila dibandingkan dengan pesawat berkapasitas hampir serupa seperti ATR.

"Kalau biayanya USD 1 miliar itu termasuk murah, saya dulu kerja di Boeing tahun 1990an. Saya di Boeing dua tahun, waktu itu pesawat Boeing 737 beralih ke generasi bawah hanya ada kokpit baru dan sayap, itu saja sudah USD2 miliar," kata Komisaris PT RAI Ilham Habibie di Gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (11/10).

Menurut Ilham, lebih murahnya biaya pengembangan pesawat R-80 lantaran penggarapan R-80 dilakukan oleh Sumber Daya Manusia (SDM) Indonesia yang ahli di bidangnya.

"Ahli pembuatan pesawat pada PT DI(Dirgantara Indonesia) yang telah berdiri selama 76 tahun telah melalui proses pengembangan pesawat. Sehingga mereka sudah terbiasa dengan desain pesawat, perhitungan, dan pengujian pesawat," jelas Ilham seperti yang dilukiskan akurat.com.

Putra dari mantan Presiden BJ Habibie ini menambahkan, efisiensi biaya pengembangan R-80 merupakan salah satu daya saing dari pesawat yang rencananya akan diterbangkan paling cepat pada tahun 2021 ini. Disamping kapasitas tempat duduk yang mampu mencapai 90 tempat duduk.

Sedangkan, biasanya pesawat jenis ATR yang memiliki kapasitas sekitar 70 tempat duduk.

"Jadi sekali lagi pesawat yang ada di pasar itu penumpangnya maksimal 72 seperti ATR. Sedangkan kami sekitar 80 hingga 90 jadi 10% minimum diatas mereka," tambahnya. --bu