Pemerintah Usulkan Kenaikan Subsidi Solar

Reporter: Budi Haryono 04 Juni 2018

Jakarta - beritafoto.net. Keinginan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Ignasius Jonan mengajukan permintaan penambahan alokasi anggaran subsidi solar sudah lebih dahulu dibahas di Istana Negara.

Itu dikemukakan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution sebelum rapat koordinasi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Batam bersama pemangku kepentingan terkait lainnya. "Itu memang hasl bahasan kok kemarin," kata Darmin saat ditemui cnbc.com di kantornya.

Rencananya, ESDM akan mengajukan kepada Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati untuk menambah anggaran subsidi solar menjadi di kisaran Rp 700 - Rp 1000 per liter, dari yang saat ini sebesar Rp 500 per liter.


Adapun alasan ESDM mengajukan penambahan tersebut, tak lepas dari pergerakan harga minyak dunia yang terus meningkat, sehingga berpeluang meningkatkan kebutuhan atas subsidi solar.

Meskipun sudah dibahas dalam sidang kabinet bersama Presiden Joko Widodo, Darmin menegaskan, keputusan tersebut akan tetap bergantung pada dewan parlemen untuk ditentukan.

"Saya tidak tau penjelasannya bagaimana (dengan DPR). Yang saya dengar, memang ada penyesuaian itu," jelasnya.

Subsidi untuk bahan bakar jenis solar saat ini ditetapkan sebesar Rp 500 per liter, alokasinya masuk dalam subsidi energi sebesar Rp 94,42 triliun di APBN 2018. Ini termasuk subsidi untuk bensin (solar), listrik, dan elpiji 3 kilogram dengan asumsi harga minyak Indonesia di US$ 48 per barel.

Seiring rencana tidak ada kenaikan harga BBM jenis premium dan solar, pemerintah akan mengajukan revisi subsidi kepada Kementerian Keuangan. Pergerakan harga minyak berpeluang meningkatkan kebutuhan atas subsidi terhadap solar.

Plt. Dirjen Migas Kementerian ESDM memperkirakan subsidi atas solar sepanjang tahun ini mencapai Rp 7 triliun. Jumlah itu diambil dari subsidi Rp 500 per liter atas pasokan sebanyak 16 juta kiloliter (KL).

"Mungkin kalau melihat proses seperti ini berkisar antara Rp 700 sampai Rp 1000 usulannya. Tapi ini masih dalam proses ya. Seperti Pak Menteri sampaikan, kami cermati terus," terang Ego di Kantor Kementerian ESDM, Senin (5/3/2018).

Hal tersebut, kata Ego, telah dibahas dalam Rapat Koordinasi antara Kementerian ESDM, Kementerian Keuangan, Kementerian BUMN, serta PT Pertamina (Persero). Alasan utama tidak adanya kenaikan harga bensin adalah menjaga daya beli masyarakat.

"Kami sedang mengusahakan bicara dengan DPR ya. Kalau bisa tidak perlu lewat APBN-P," kata Ego.--cn, bi