Laga Pembuka Rusia-Arab Saudi di Stadion Luzhniki

Reporter: Budi Haryono 10 Juni 2018

Surabaya - beritafoto.net. Piala Dunia 2018 hanya tinggal menghitung hari. Persiapan menyambut upacara pembukaan pada Kamis 14 Juni 2018 turut dimatangkan. Seluruh stasiun televisi yang memiliki hak siar akan menayangkan upacara pembukaan yang berlangsung 30 menit sebelum pertandingan perdana antara Rusia melawan Arab Saudi.

Upacara pembukaan tentu mendapat perhatian khusus. Sebab, acara itu menunjukkan kesiapan tuan rumah menyambut 32 kontestan dan sebagai ajang memperkenalkan kearifan lokal kepada dunia. Euforia upacara pembukaan juga menambah antusiasme penonton terhadap perhelatan sepak bola akbar empat tahunan itu. Berikut 3 hal yang harus kamu ketahui tentang upacara pembukaan Piala Dunia 2018. Apa saja sih? Yuk simak..

Stadion Luzhniki, Moskow, akan menjadi tempat upacara pembukaan digelar. Selain sebagai tempat pertandingan perdana, pertandingan final yang rencananya berlangsung pada 15 Juli 2018 akan digelar di stadion Luzhniki juga.

Stadion ini sudah menjalani renovasi sebanyak tiga kali, yaitu pada tahun 1976-1979, 1996-1997, dan 2013-2017. Terakhir kali Luzhniki digunakan sebelum direnovasi adalah 10 Mei 2013. Stadion ini juga menjadi saksi bisu ketika Manchester United mengangkat trofi Liga Champion pada 2008 silam. Diperkirakan, stadion ini mampu menampung 81 ribu penonton.

Totalsportek memprediksi upacara pembukaan tidak akan semewah Piala Dunia 2014 di Brazil. Sebanyak 500 penari, pesenam, dan atlet trampolin akan menyemarakkan upacara pembukaan.

Di antara artis papan atas yang akan hadir adalah penyayi opera asal Spanyol Placido Domingo dan rekannya dari Amerika Selatan Juan Diego Flores yang telah dikonfirmasi akan menyumbangkan suara emasnya pada acara pembukaan nanti. Pesta kembang api rencananya akan menutup serangkaian kegiatan pembukaan.

Inggris dan Australia diberitakan menjadi negara yang ingin memboikot status Rusia sebagai tuan rumah. Bentuknya, kedua negara tidak akan mengirimkan delegasi pejabatnya pada acara pembukaan. Keputusan tersebut menyusul kebijakan luar negeri Rusia yang dianggap melanggar HAM lantaran menganeksasi Krimea, Ukraina.

Meski begitu, Inggris dan Australia tetap mengirimkan negaranya sebagai partisipan pada ajang Piala Dunia yang ke-21. Perbedaan pandangan politik yang terjadi tidak membuat Inggris dan Australia mengintervensi FIFA lebih jauh.--idn, bi