JK Minta Said Aqil Klarifikasi

Reporter: Budi Haryono 30 Januari 2019

beritafoto.net -Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) mengatakan seorang imam atau khatib tak bisa dibatasi pada suatu organisasi saja.

Hal ini disampaikan JK menanggapi pernyataan Ketua Umum PBNU Said Aqil Siradj yang sebelumnya menyebut bahwa imam selain dari NU salah semua.

Dalam hukum Islam, kata JK, telah diatur kategori orang yang bisa menjadi imam.

"Ya.. kurang tepat kalau dikatakan itu dalam skala organisasi, tapi (diukurnya) dari siapa yang mampu. Kan sama untuk jabatan lain juga (yang dilihat) kompetensinya," ujar JK di kantor wakil presiden Jakarta, Selasa (29/1/2019).

Sementara, lanjut JK, organisasi agama di Indonesia bukan hanya NU. Ia meyakini bahwa tiap organisasi itu memiliki imam dengan kemampuan yang baik.

"Kalau disebut imam yang punya kompeten (hanya NU) ya silakan, tapi di Indonesia ini kan begitu banyak organisasi. Tentu mereka juga memiliki kemampuan yang baik," katanya.

Karenanya, JK meminta Said mengklarifikasi pernyataan tersebut kepada publik agar tidak menimbulkan salah paham.

"Saya yakin beliau arif untuk mengklarifikasi bahwa dalam hukum agama tidak terbatas hanya dari NU, tapi yang lain juga," ucap JK.

Sebelumnya, Said menyebut warga NU harus berperan dalam berbagai bidang, salah satunya di bidang keagamaan.

"Harus kita pegang. Imam masjid, khatib, KUA, harus dari NU. Kalau dipegang selain NU, salah semua," tutur Said, saat memberi sambutan di Harlah Muslimat NU ke-73 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Minggu (27/2/2019) kemarin.

Dalam rakornas Lembaga Dakwah NU, Senin (28/1/2019), ia menyatakan tak akan mencabut pernyataannya tersebut.

Ia mengatakan pernyataan itu didasari keprihatinan pada sejumlah imam yang dianggap tak mumpuni dalam berkhotbah.

Tak jarang, kata dia, para imam itu memberikan khotbah yang memuat hoaks bahkan ujaran kebencian. Said mengklaim bahwa hanya imam dari NU yang memberikan khotbah dengan benar.--rm, bi