Enam BUMN Catat Kerugian Tahun 2015

Reporter: Budi Haryono 07 September 2017

Jakarta - Beritafoto.net. Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengungkap kinerja Badan Usaha Milik Negara yang mencatatkan kerugian sepanjang 2015. Padahal, sebagian perusahaan pelat merah tersebut sepanjang 2015 menerima Penyertaan Modal Negara (PMN).

Berdasarkan catatan bendahara negara, ada setidaknya enam perusahaan pelat merah yang mengalami kerugian, meskipun menerima suntikan modal dari pemerintah. Hal tersebut pun mendapatkan sindiran dari Ketua Komisi XI Dewan Perwakilan Rakyat Melchias Markus Mekeng,“Berarti pintar dong bu, dikasih PMN malah rugi,” kata Mekeng dalam rapat kerja bersama bendahara negara, Jakarta, Kamis 7 September 2017.

Adapun keenam BUMN tersebut di antaranya adalah PT Dok dan Perkapalan Surabaya (Persero), PT Dirgantara Indonesia (Persero), PT Perkebunan Nusantara X (Persero), PT Perkebunan Nusantara IX (Persero), PT Perkebunan Nusantara VII (Persero) dan Perkebunan Nusantara III (Persero).

Selain itu, bendahara negara pun mengakui, masih ada sembilan BUMN yang laba bersihnya pada tahun anggaran 2016 mengalami penurunan meskipun menerima suntikan modal. Meski demikian, ada beberapa BUMN yang masih mencatatkan kinerja positif.

Sebanyak  26 perusahaan pelat merah mengalami kenaikan laba bersih pada 2016, setelah menerima PMN. Selain itu, masih ada empat BUMN yang kerugiannya menurun setelah menerima suntikan pada 2016.

Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia itu telah menginstruksikan pemanggilan keenam BUMN tersebut. “Kami sudah meminta kepada pak Wamen (Mardiasmo) untuk memanggil dan melihat kepada kinerja dalam pengawasan ini,” tuturnya. --bi