Emas Kedua dari Wushu

Reporter: Budi Haryono 20 Agustus 2018

Beritafoto.net - Indonesia menambah pundi-pundi emasnya di Asian Games 2018. Setelah Defia Rosmaniar, giliran Lindswell Kwok yang mempersembahkan emas untuk Merah-Putih.

Berlaga di nomor taijiquan dan taijijian all round putri di Jiexpo Kemayoran, Jakarta Utara, Senin (20/8), Lindswell sempat grogi. Meski demikian pewushu asal Kota Medan, Sumut ini mampu menguasai keadaan.

Lindswell pun tampil prima. Dengan gerakan yang lemah lembut dan menawan, Lindswell mampu membukukan nilai 9,75 dan diganjar emas.

"Saya sempat tampil gugup pada awalnya. Bukan karena kehadiran Pak Presiden Joko Widodo. Padahal, tadi malam saya sudah bertekad tidak tampil gugup dan tenang. Tapi beruntung saya bisa tampil dengan baik," ujar Lindswell dengan mata berkaca-kaca.

Bagi Lindswell, ini emas pertamanya di pentas Asian Games. Pada Asian Games 2014 Incheon, wanita lajang ini hanya meraih perak.

Ia mengucap terima kasih kepada semua pihak atas doa untuknya, terutama keluarganya. "Medali emas ini saya persembahkan untuk semua pihak, terutama kepada bangsa dan negara ini. Saya bersyukur bisa mempersembahkan medali emas. Mungkin ini Asian Games terakhir buat saya," kata Lindswell.

Rasa haru dan gembira juga terucap dari bibir pelatih kepala cabang wushu Novita. Ia bangga anak buahnya mampu mempersembahkan medalk emas bagi dan negara.

"Dari awal memang PB WI, yakin Lindswell  bakal meraih medali emas. Apalagi, atlet China tidak bertanding. Bangga pasti. Terima kepada semua pihak atas dukungannya," tutur Novita.

 Nusa Tenggara Barat terpilih Zulkieflimansyah meminta pemerintah pusat memberi status gempa Lombok sebagai bencana nasional. Soalnya, gempa ini menimbulkan banyak korban. Sejauh ini tercatat 381 orang meninggal dunia.

"Kalau pemerintah punya hati dan perduli, gempa Lombok mestinya jadi bencana nasional," kata Zulkieflimansyah dalam keterangannya kepada detikcom, Rabu (8/8/2018).

Zulkieflimansyah menyatakan kerusakan yang diakibatkan gempa ini begitu masif. Penduduk yang terkena dampak terpaksa tidur di luar ruangan. Padahal di antara mereka ada bayi, anak-anak, dan warga lanjut usia yang terpaksa ikut bertahan di luar ruangan.--rp, bi