BPS Akui Pertumbuhan Ekonomi di Bawah Ekspekstasi

Reporter: Budi Haryono 09 Agustus 2017

Jakarta - beritafoto.net. Badan Pusat Statistik (BPS) menilai, realisasi pertumbuhan ekonomi Indonesia di kuartal II tahun 2017 sebesar 5,01% masih di bawah ekspektasi. Banyak yang mengharapkan ekonomi Indonesia tumbuh lebih dari itu. Namun demikian, jika dibandingkan dengan negara-negara lain, angka ini dinilai cukup tinggi "Saya musti bilang, meskipun masih di bawah ekspektasi, tapi ini sudah lumayan bagus ya (5,01%)," ujar Kepala BPS, Kecuk Suhariyanto di Kantor BPS, Jakarta, Senin (7/8/2017). Dari pemerintah pun, target pertumbuhan ekonomi pada 2017 sebesar 5,1%. Kemudian ketika pengajuan APBN Perubahan 2017, target dinaikkan menjadi 5,2%. "Maka agar target tersebut bisa dicapai, pastinya untuk tiap kuartal, harus tumbuh 5,2%," ujarnya. Dia menyebutkan, perekonomian Indonesia yang sebesar 5,01% di kuartal II 2017 ini masih di bawah pertumbuhan ekonomi China yang sebesar 6,9%, namun di atas pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat (AS) sebesar 2,1%, Singapura yang sebesar 2,5%, bahkan perekonomian Korea Selatan yang tumbuh melambat dari 3,4% menjadi 2,5%. "Jadi meskipun tidak sesuai ekspektasi, namun masih lebih tinggi dari beberapa negara yang telah disebutkan," tambahnya. Suhariyanto menambahkan, untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi Indonesia ke depan, bukan hanya pemerintah yang harus menjaganya, melainkan juga seluruh pemangku kepentingan atau stakeholder dengan seksama memperhatikan kendala-kendala yang dihadapi. "Ini kita lihat, jika trennya bagus, meskipun komoditas landai dan berada di titik terendahnya di 2015 sebesar 4,88%, 2016 sebesar 5,02%, maka untuk 2017 kita berharap ke depannya harus lebih bagus," tutup dia. --sdn