Bersaing di Finish Ngawi, Kostum Tour de ISSI Unik

Reporter: Budi Haryono 25 Januari 2018

Ngawi - beritafoto.net. Tour de Indonesia 2018 dimulai, etape I dari Prambanan dan finish di Ngawi, Kamis (25/1). Ratusan pembalap lokal maupun mancanegara bersaing dalam empat etape.

Di ajang ini, para pembalap harus beradu cepat menerjang jalur sepanjang lebih dari 500 kilometer. Tour de Indonesia 2018 juga menjadi yang pertama kalinya digelar, setelah vakum tujuh tahun. Terakhir kali Tour de Indonesia dihelat pada 2011 silam.

Sebanyak 15 tim ikut dalam Tour de Indonesia tahun ini. Dan 11 tim di antaranya merupakan tim interkontinental. Sementara empat tim lainnya berasal dari Indonesia. Dari 15 tim, total ada 109 pembalap yang ambil bagian.

Empat etape menghiasi Tour de Indonesia 2018. Pada etape 1, pembalap harus melahap jarak 124,7 kilometer. Start dari Candi Prambanan, Sleman, para pembalap diarahkan menuju Ngawi, Jawa Timur.

Berlanjut ke etape 2, trek sepanjang 115,7 kilometer, dari Madiun menuju Mojokerto menunggu para pembalap.

Etape 3 menjadi trek yang terpanjang. Dimulai dari Probolinggo hingga Banyuwangi, etape ini memiliki jarak total hingga 200 kilometer.

Kemudian, para pembalap akan menginjakkan kaki di Bali, dan memulai etape terakhir. Etape keempat dimulai dari Gilimanuk dan akan berakhir di Lapangan Puputan, Denpasar.

Dalam sesi temu awak media di sebuah hotel di Yogyakarta, Ketua Umum Ikatan Sepeda Seluruh Indonesia (ISSI), Raja Sapta Oktohari, menjelaskan sedikit perubahan di ajang Tour de Indonesia 2018. Dijelaskan olehnya, ajang kali ini sudah naik kelas ke 2.1 race.

Unik
Penyelenggara dalam tur kali ini melakukan inovasi yang salah satunya dengan menggunakan warna kostum unik.

"Warnanya dicari yang unik dan tidak gampang ditiru. Ini kami lakukan agar Tour de Indonesia mempunyai kekhususan," kata Ketua Umum PB ISSI Raja Sapta Oktohari.

Warna kostum unik yang dimaksud adalah yang digunakan oleh pebalap pemegang klasemen mulai klasemen umum, klasemen tanjakan, klasemen poin (sprint) dan klasemen pebalap Indonesia terbaik pada kejuaraan yang pada tahun ini naik level dari 2.2 menjadi 2.1 UCI itu.

Berdasarkan data dari penyelenggara, untuk klasemen umum yang biasanya menggunakan warna kuning berubah menjadi warna ungu bercorak Toraja dengan sebutan Gandaria Jersey.

Begitu juga untuk pemimpin klasemen poin (sprint) yang biasanya menggunakan warna hijau berubah menjadi warna krem dengan sebutan Gumading Jersey.

Kostum raja tanjakan (King of Mountain) juga tidak luput dengan perubahan. Jika biasanya menggunakan warna dasar merah atau putih dengan dihiasi bulatan dengan warna sebaliknya, untuk tahun ini menggunakan warna hijau toska dengan bulatan berwarna putih dan bercorak Toraja dengan sebutan Hejo Jersey.

Satu lagi kostum yang bakal diperbutkan adalah predikat pebalap Indonesia terbaik. Biasanya untuk kategori ini menggunakan kostum Merah Putih. Namun pada kejuaraan yang diprakarsai penuh oleh PB ISSI ini menggunakan merah muda (pink) dengan sebutan Kayas Fighter. --bi